Otakku tidak bisa menerima semua pelajaran
yang diberikan guru sekarang. Padahal aku harus mengikuti tes masuk universitas
2 bulan lagi dan yang sedang di bahas adalah soal yang akan ada dalam tes
tersebut. Pikiranku masih belum bisa pulih dengan kejadian waktu itu di tambah
lagi aku dan Yu-mi masih perang diam. Padahal ini sudah lewat 2 hari
pertengkaran kami, sebenarnya aku juga tidak tahan jadi aku berniat
mengajak dia keluar untuk memperbaiki setelah pulang sekolah.
“Yu-mi”
kataku lembut ketika kami melintasi halaman sekolah.
“Ye”.
“Kau
mau kemana, aku ikut” kataku lagi, waktu Yu-mi sampai diparkiran. Dia berbalik sambil menatapku
judes, membuatku teringat profersor Minerva di Harry Potter yang selalu
tersenyum sinis. Sebelum aku meminta maaf Yu-mi sudah berhambur memelukku.
“Na-rim maafkan aku, aku tidak bermaksud
membuatmu kesal, sungguh”.
“Aku
juga minta maaf seharusnya aku tidak melimpahkan kekesalanku kepadamu” jawabku
sambil merapikan rambut Yumi yang berantakan.
“Jadi,
sekarang kita berbaikkan, aku akan tepati janjiku untuk menemanimu melihat
DBSK, karena aku juga aku harus bertemu Park Yoo-chun, aku mau minta maaf juga
padanya”.
“Mwoya”teriak
Yumi kaget, mukanya lebih shok dari pada waktu aku marahi. “memangnya ada apa
sampai kau harus meminta maaf kepadanya”tuding Yu-mi dengan muka yang cemberut.
“emangnya kalian pernah ketemu dimana lagi, Kenapa tidak pernah cerita padaku” Dia
mencengkram kedua bahuku dan mulai mengintrogasiku tanpa memberikan aku peluang
untuk menjawab.
“Yu-mi,
Yu-mi dengar dulu aku kan belum berbicara tenang dulu”. Sepertinya penyakit
fans berlebihan tingkat berbahayanya mulai kambuh. “Tenang dulu dong baik aku
ceritakan” Setelah aku cerita, akhrinya dia mulai tenang bercampur sedih
karena aku menceritakan versi lengkapnya dengan pengkhianatan Lee-sung juga.
“Na-rim
maafkan aku” katanya sambil malu-malu karna dari tadi dia seperti orang gila
menuduhku sembarangan. “aku turut bersedih untukmu, tenang kau pasti akan mendapat
yang lebih baik darinya, kau sudah beritahu siapa saja” Aku menunduk dan
menggelengkan kepala perasaanku mulai terluka lagi kalau aku mengingat kejadian
itu.“Kau tidak usah sedih lagi dong, kau tidak apa-apa kan?” tanya Yu-mi
prihatin.
“Ne,
gwaenchanha” kataku lagi.
“Yang
penting kau sudah tahu semuanya dan itu membuatku lega ayo kita pergi”Ajaknya
sambil melingkarkan tangannya di bahuku.
Aku dan Yu-mi masuk disebuah café di
kawasan Gangnam, kawasan ini memang mempunyai banyak tempat untuk anak muda.
Cafe W bergaya ala eropa yang simple, Dengan dua lantai di atas dan yang lantai
dasar dibawah dihubungkan dengan tangga untuk lantai atas, didalamnya sudah
dipenuhi kurang lebih 100 fans cewek, lantai dasar sudah dipenuh jadi kami
mengambil tempat diatas, tepat didepan pagar lantai atas sehingga kami mendapat
pemandangan yang langsung kepanggung. Setelah menunggu 10 menit akhirnya dari
samping café para anggota DBSK keluar disambut teriakan histeris dan tepuk
tangan meriah dari para cassisopeia sebutan untuk para fans DBSK.
Yang pertama keluar adalah Jae-joong, dia
menggunakan celana jins dengan baju kaos tangan panjang warna putih bergaris
hijau muda dengan rambut dan senyumannya yang khas, membuat semua cewek
berteriak histeris, setelah itu, Jun-su dengan celana jins dengan baju kemeja
biru membuat dia terlihat sangat berkharisma dan perfect. Lalu, Yoo-chun dan
Chang-min, Chang-min terlihat manis dengan baju putih bergambar tokoh
manga atom. Dia tersenyum malu kepada para fans yang masih histeris
seperti habis tersiram air keras ke badan mereka sehingga mereka berteriak
sampai pita suara mereka mau terlepas. Yoo-chun terlihat cool dengan baju
kemeja putih bergaris yang dikeluarkan ditambah dengan kacamata membuatnya
tambah cute, ketika melihatnya perutku mulas tidak jelas mungkin aku terserang
penyakit nervous. Dan yang terakhir muncul adalah Yun-ho dia memakai baju
kemeja yang ditambah dengan baju kaos membuatnya tampak rapi dan dewasa.
Teriakan histeris para fans makin menjadi
membuat aku merasa kesal sendiri pikirku “mengapa mereka harus repot-repot
berteriak kan DBSKnya udah ada”.
“AAAAAHHH!SARANGHAE”
semua berteriak “DONG BANG SHIN KI SARANGHAE” sepertinya jika
menunggu lama lagi para cewek-cewek ini akan meletus seperti gunung
berapi. Yu-mi juga ikutan berteriak menyambut kedatangan para pangeran
Korea itu.
Seorang wanita berumur 30an mengambil mike
dan mulai berbicara. “Annyong hashimnikka” sapanya sopan. “Terimakasih
kalian semua sudah datang kesini untuk jumpa fans bulanan, hari ini sangat
special karena Dong Bang Shin Ki hadir disini bersama kita. Serentak suara
tepuk tangan terdengar, spontan Yun-ho mengambil mike yang telah disiapkan
untuknya dan berkata“gamsahamnida” kepada seluruh fans membuat mereka
berteriak lagi.
Aku masih terus memperhatikan Yoo-chun dan
mencari ucapan maaf yang tepat yang akan aku katakan padanya, “mungkin aku
bisa bilang Yoo-chun kemarin itu aku sedang kemasukan roh jahat jadi aku
bicaranya sembarangan dan membuatmu binggung” atau “mungkin, aku bilang saja
kemarin itu hantu kembaranku yang berpura-pura menjadi diriku sehingga aku
bicaranya seperti itu”. “Aduh apa sih yang aku pikirkan kan intinya cuma minta
maaf kok susah banget” kataku sendiri. Apa yang harus aku katakan.
“Yu-mi,
Yu-mi” aku memanggilnya tapi sepertinya dia sudah terhipnotis sehingga tidak
mendengarkan aku. “Yu-miiiii,,,,” teriakku di telinganya membuatnya terloncat
kaget dan hampir jatuh dari bangku.
“Ada
apa sih ngeganggu tahu” omelnya.
“Gimana
dong apa yang harus aku katakan kepada Yoo-chun, aku binggung nih”.
“katakan
aja kau minta maaf lalu semua masalah akan selesai”. Katanya meyakinkan
aku sambil tersenyum yang dipaksakan dimukanya yang mengatakan, “jangan
ganggu kesenanganku melihat para malaikat ini.”
Semuanya tampak asik pada sesi tanya jawab
semuanya sangat bersemangat dan pertanyaan yang ditanyakan juga aneh-aneh. Ada
seorang cewek yang menanyakan “tipe cewek apa yang Chang-min suka”
sedangkan cewek tersebut bersedia menjadi pacarnya. yang Chang-min jawab adalah
“kalau bisa cewek itu harus girly dan mengerti dia dengan mudah karena dia
sangat pemalu dan pendiam”, membuat para fans ber ahh,ohh ria dengan jawabannya
itu. Jae-joong menyanyikan lagu Craig David “Unbelieveable” dengan acoustic dan
Jae-joong menyanyikan lagu itu dengan sempurna seperti Craig David.
Sedangkan Jun-su ditanyai “kenapa orang
yang dia ajak kencan adalah orang yang akan menjadi istrinya?”. Dia menjawab
“dia tidak mau kencan dengan banyak wanita dan jika dia sudah mengajak seorang
wanita pergi kencan berarti dia sudah yakin wanita itu yang akan dia nikahi” Kebanyakan
yang ditanya fans adalah kehidupan percintaan mereka tapi mereka tidak
keberatan untuk menjawab semua pertanyaan itu walaupun dengan sangat
diplomatis.
Yun-ho mendapat tantangan dari para fans
untuk ngedance ala Justin timberlake lalu Yun-ho melakukannya dengan sempurna,
membuat semua orang tercengang, gayanya sangat enerjik dan rapi.
Yoo-chun juga kebagian ditanyai oleh para
fans “kencan impiannya apa?”. “Aku akan mengarang sebuah lagu untuk pacarku”
jawab Yoo-chun. Ditengah acara DBSK membawakan beberapa lagu yang diminta oleh
fans. Setelah mendengar lagu mereka aku sangat suka lagu yang berjudul “Hug”
sangat mendalam artinya apalagi harmonisasi vocal mereka membuat para fans ikut
bernyanyi bersama.
Saat istirahat banyak fans yang bercerita
dengan DBSK, banyak juga yang minta foto dan ada yang bernyanyi bersama anggota
DBSK. Yu-mi yang disampingku diam-diam telah turun dan bernyanyi bersama-sama
Yun-ho dan Jae-joong. Aku terkejut sekali ketika beradu pandang dengan
Yoo-chun, Jantungku seperti ingin tercabut dari tempatnya. Aku sangat gugup
sehingga aku berpikir ingin pergi dari sini, bagaimana kalo dia naik kemari dan
memarahiku atau dia permalukan aku diatas sini, apa yang harus aku lakukan. otakku
mulai kacau memikirkan segala kemungkinan yang mengerikan, lalu aku melihat
sebuah pesan pada balik kertas teh yang aku minum berbunyi “TIDAK ADA TEMPAT
KEDUA UNTUK PARA PECUNDANG”, kata-kata itu langsung membuat aku mendapat banyak
keberanian yang muncul tiba-tiba, tepat sekali kata-kata itu aku harus berani
Han Na-rim bersemangat! Aku menghibur diriku sendiri. Aku melangkah turun dan
langsung berjalan kearah yoochun.
“Ya,,,Yoo-chun
oppa” Aku merasakan tanganku sedingin es, otakku beku sepertinya aku langsung
menderita sindrom speakless mendadak, hebatnya aku tidak
memusingkan banyaknya mata yang sedang memandangi tingkahku.
“Wae”
jawabnya singkat.
Dia berbalik, dan bediri berhadapan
denganku, aku seperti kehilangan semua kata yang sudah aku siapkan dari tadi.
“Emm,,,emm.
aku, aku ingin meminta maaf, maaf kemarin aku sudah membentakmu, maafkan aku”
aku mengatakanya sepelan dan secepat mungkin. Aku memandanginya langsung tepat
kematanya, berharap dia mau memaafkan, aku sambil mengigit bibirku sekuat
mungkin berharap bibirku akan habis aku makan. Dia hanya diam saja dan masih
memandangi aku juga. Sepertinya, dia masih mempertimbangkan apakah dia akan
memaafkan aku atau tidak.
“Hey…I
still waiting” Kataku sambil tersenyum padanya.
Dia tersenyum kepadaku yang masih
binggung, “tidak apa-apa lagian aku tidak marah atau tersinggung kok, Aku sudah
maafkanmu dan aku tidak pernah berpikir untuk marah padamu” lanjutnya, tetap
tersenyum dengan senyumannya yang manis, tangannya mengacak-acak rambutku
pelan.
“Baikan?” Tanya Yoo-chun sambil menunduk
ke depan wajahku.
“Ye,
baikan” Balasku sambil menggenggam tangannya dan tersenyum, aku yakin saat ini
mukaku pasti seperti kepiting rebus merah karena malu. Saat berbalik badan aku
melihat semua orang memandangi kami dengan mata yang mencurigakan. Yoo-chun
tersenyum dan menjelaskan secara singkat kepada semuanya termasuk semua anggota
DBSK yang sejak tadi binggung dengan apa yang terjadi sebetulnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar