Senin, 04 Maret 2013

Proud Of Love Chapter 3



     Aku menatap keluar jendela Incheon masih gelap. Aku menarik selimutku sampai ke bahu, kemarin umma dan appa  pergi ke Daegu untuk menjenguk Unnie Young-rim. Mereka  baru akan kembali hari selasa depan. Aku mulai merindukan kedua kakakku Unnie Young-rim dan Oppa Jae-min. Kakak pertama ku Han Young-rim seorang pengacara muda yang sangat cantik dan cerdas dia lebih tua 4 tahun dari ku dan lebih tua 3 tahun dari Oppa Jae-min. mereka berdua adalah orang yang sangat hebat seperti yang aku bilang Unnie selalu memiliki daya tarik tersendiri, dia mudah bergaul sama semua orang memiliki bentuk tubuh seorang model dan senyuman manis yang melengkapkan penampilannya yang luar biasa aku sangat mengaguminya, kami sering berbelanja sama-sama waktu dia masih disini dia juga sering menasehati aku bagaimana memilih pacar.
     Waktu itu aku sedang belajar dikamarku ketika dia menerobos masuk dan mulai menggangguku.
            Dongsaeng, aku mau menasehatimu, kau harus mendengar dengan seksama, aku akan memberitahukan kepadamu bagaimana mendapat pacar yang berkualitas” Ujarnya dengan serius.
            “Iya ,,,aku dengarkan tapi besok saja sekarang aku lagi sibuk” usirku.
            “Tidak! pokoknya kau harus mendengarkan” dia menarikku ke tempat tidur dan mulai menasehati aku.
            “Dengar! kau harus punya banyak cowok, jangan hanya satu cowok karena kau tidak akan tahu seperti apa sifat para cowok, kalau pacar kau cuma satu” katanya sambil memainkan boneka beruangku.
            “Memangnya kenapa kalau cuma satu? itu juga bagus kan, semakin lama kita bersamanya, kita akan tahu juga sifatnya kayak bagaimana. Nanti kalau tidak merasa cocok kita putuskan saja lalu cari cowok lain lagi, lalu kita mempelajarinya lagi seperti kita mempelajari buku baru dari awal lagi”.
            No...no...no!” Young-rim mengacungkan jari telunjuknya seperti seorang guru, “Kalo begitu, kau akan terbawa perasaan kepadanya dan sulit untuk lepas dan melupakannya. Tapi kalo kau punya banyak cowok kau bisa cepat mengetahui sifat-sifat mereka satu persatu tanpa harus memiliki perasaan yang kuat kepadanya dan kau bisa mempelajari mereka satu persatu” katanya panjang lebar.
     Kalo urusan itu, Unnie sangat berpengalaman dan jago dia bisa menarik cowok yang dia taksir tanpa harus bersusah payah. inerbeautynya sangat besar jadi sangat berpengaruh dia bisa mempunyai 3 pacar sekaligus pokoknya jika dibandingkan 99,5% adalah dirinya yang tidak bisa aku ikuti dan aku hanya bisa 5%nya pokoknya sangat jauh berbeda. Begitu juga dengan Oppa Jae-min dia mengatakan hal yang sama kepadaku dan itu juga tidak berhasil karena Oppa Jae-min sendiri tidak kalah popularitasnya dengan unnie.
     Oppa Jae-min memiliki muka yang tampan seperti artis bisa ngedance ditambah lagi dia selalu mendapat peringkat pertama selama bersekolah di SMU no.1 di Korea, yang mencetak bukan hanya murid yang jenius, tapi tampan dan kaya raya dan itu menjadi record tersendiri untuknya. Para cewek rela mengantri berjam-jam hanya untuk melihatnya masuk melewati pagar sekolah sambil meneriaki namanya, Goo Jun-pyo sekolahnya.

     Sedangkan untuk aku, itu juga sama tidak berhasil karena aku tidak punya daya pikat, cantik, dan pandai bergaul dengan banyak orang seperti mereka berdua.
     Dan sekarang aku disini dikamarku masih merindukan mereka semua dan membenarkan semua kata-kata Unnie dan Oppaku, lalu aku mempunyai ide menarik dari pada aku harus berhadapan langsung dengan mereka lebih baik aku mengirim mereka email saja, dan menceritakan semuanya kepada mereka berdua, lalu aku menuju ke komputer dan meng e-mail kedua saudaraku itu.

From :narim_lvly
To : beautyrim
Date:kamis, 24 agustus, 05.45
Subject :TERBUKTI!!!

     Hallo Unnie sibuk? aku kangen sama kau dan Oppa sudah lama tidak mendengar suara kalian jadi rindu banget, Umma dan Appa kabarnya bagaimana, aku tidak berani menelpon untuk memberitahukan ini jadi aku mengemail Unnie saja, jangan marah,Unnie yang kau kata kan waktu itu benar sepertinya aku harus memiliki banyak cowok, Lee sung berselingkuh dengan Oh Jung-eun teman sekampusnya. Aku sangat menderita dan sedih aku harap Unnie bisa disini menemaniku melewati semua ini.
Kabari aku balik aku menunggu balasanmu .

     Setelah mengirim pesan itu aku mengirim email lagi untuk Oppa Jae-min

From:Narim_lvly
To:Jaemin-cool
Date:kamis,24 agustus,05.50
Subject: I miss you oppa

     Oppa aku kangen nich, kenapa jarang muncul dirumah memangnya Oppa sudah tidak punya waktu lagi untuk aku, sebenarnya aku tidak berani mengatakannya langsung ke Oppa jadi aku mengirim email saja, beberapa hari yang lalu aku melihat lee-sung berkencan di Myeongdong, cewek yang itu adalah Oh Jung-eun apakah Oppa kenal dengan nya? aku harap Oppa tidak marah dan tidak melakukan tindakan apapun karena sampai sekarang aku belum berbicara dengan Lee-sung, maaf membuat Oppa khawatir aku betul-betul sedih dan tidak tahu apa yang harus aku lakukan lagi, datanglah kerumah untuk menghibur adik kecilmu ini aku sangat kesepian, Appa dan Umma baru pulang selasa depan.
Aku juga sudah memberitahu Unnie Young-rim
Aku harap kalian bisa membantuku, aku tunggu jawaban kalian
I miss you Oppa.
bye.

***

     Saat turun dari bus aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan  suasana dan atmosfir di sekolah tampak berbeda atau hanya perasaanku saja, aku melewati halaman sekolah dan berjalan melewati koridor sekolah, aku merasa semua siswi sedang memandangiku dan berbisik dibelakangku ketika aku lewat. Apakah ada yang salah dengan penampilanku aku berpikir lagi, aha! aku mendapat jawabannya ini pasti ada hubungannya dengan kejadian dicafe waktu itu sepertinya kabar tersebar dengan cepat, tapi aku tidak perduli. Aku membuka lokerku dan meletakan buku didalamnya lalu tiba-tiba Hwang-hee yang dari tadi memperhatikanku berbicara.
            “Han Na-rim apa-apaan kemarin itu, mau sok manis didepan Park Yoo-chun sudahlah mengaku saja kau naksir jugakan sama dia, pakai pelukan segala lagi, tidak usah sok manis deh lebih baik kau urus saja pacarmu itu” lanjutnya sambil memandangiku dengan muka yang dibuat judes. Tapi aku tidak menggubrisnya membuat dia semakin panas . “ya, Na-rim” dia menarik lenganku dengan keras sambil medorongku ke loker. “Kau mengerti apa yang baru aku bilang, awas sampai kau dekat-dekat lagi dengan Park Yoo-chun kau akan tahu akibatnya”, teriaknya kepadaku.
            “kenapa kalau aku mau dekat dengan nya? itu bukan urusanmu, kan, lagian kau tidak punya hubungan dengannya,so jangan ikut campur urusan orang, urus saja urusanmu”jawabku santai.
            “Oh begitu, bagaimana kalo aku memberitahukanmu sebuah rahasia kecil” tantang Hwang-hee sambil tersenyum licik. “Bagaimana kalo aku bilang pacarmu itu selingkuh dengan cewek lain, kemarin aku melihat dia keluar dari Lotte hotel bersama seorang gadis yang lebih cantik darimu” cerita Hwang-hee, dia mengibaskan rambutku kebelakang. Sebuah senyum kemenangan diwajahnya, karena aku tahu ketika itu juga air mataku sudah mengalir dipipiku.    
            Ya, Hwang-hee apa yang kau perbuat?” aku mendengar suara Yumi meneriaki Hwang-hee.
            Anya, aku hanya bercerita kalo pacarnya selingkuh” jawabnya santai.
            “Senang banget mengurusi urusan orang lain, lebih baik kau urus saja ayahmu yang berselingkuh” cela  Yumi merendahkannya.
            Noe” wajah Hwang-hee terlihat marah untungnya bunyi bel yang berbunyi tepat pada waktunya.
            “Kau tidak apa-apakan?”
            Ne, gwaenchanha, apa yang harus aku lakukan? kau tahu kan aku sangat sayang sama Lee-sung, bagaimana mungkin aku bisa memutuskannya?”.
            “Aku juga binggung Tapi kau harus tetap memutuskannya”. kata Yumi meyakinkanku. “Mau gimana lagi itu sudah hukum alam, atau kau mau di dua kan olehnya”.
            Anio,,,chingu ah! tapi aku tidak bisa melupakannya?hpnya mailbox terus”.
            “kau bertemu dia saja!”. Thank you sahabat terbaikku menyarankan aku masuk kemulut singa, jelas bukan ide yang bagus.  
  
***

     Aku mengetok pintu apartement Lee-sung, Pintu terbuka lalu seorang cewek berambut sebahu dengan hanya menggunakan kemeja kebesaran dan celana pendek membuka pintu cewek itu adalah Oh Jung-eun. Dia terkejut melihat aku lalu buru-buru dia menutup pintunya kembali tapi terlambat aku sudah mendorong pintu dan menerobos masuk kedalam.
            “Apa yang kau lakukan disini?” tanyaku
            “Itu bukan urusanmu!” jawabnya.
            “Lee-sung oppa odiga?, Lee-sung” teriakku dengan nada marah.
            “Siapa yang datang honey” sebuah suara dari dapur. Sebelum Jung-eun menjawab aku sudah sampai di dapur dan menemukan Lee-sung yang sedang asyik didepan laptopnya.
            Wae Oppa?kenapa aku yang harus terluka? kenapa kau tidak pernah mau mengatakannya dari dulu kalau kau sudah tidak mencintaiku? kenapa juga kau harus mengakhiri hubungan kita dengan cara seperti ini” teriakku histeris. Lee-sung yang terkejut hanya bisa memandangi aku tanpa bisa berkata apapun, aku memukulnya tapi dia hanya diam saja. “Katakan, kapan kau berselingkuh dengannya?” tunjukku kepada Jung-eun. “kenapa tidak menjawab brengsek” aku menamparnya.
            “Kau, apa yang kau lakukan?kenapa menamparnya, dasar anak kecil”  kata Jung-eun yang dari tadi hanya memperhatikan.
     Dia mengenggam tangan ku kuat membuat aku kesakitan.
            “Lepaskan” kataku mencoba melepaskan cengkramannya.
            “Dengar Na-rim! Lee-sung sudah tidak mencintai kau jadi, sebaiknya kau pergi dari apartement ini sebelum aku berbuat kasar padamu” ancamnya.
            “Na-rim pulanglah!” kata Lee-sung pelan sambil melepaskan tangan Jung-eun dariku.
            “Kau belum menjawab semua pertanyaanku jadi aku tidak akan pulang” rengekku kepadanya.
            “Pulanglah Han Na-rim” bentak Lee-sung. Aku terkejut dia tidak pernah seperti ini sebelumnya, dia tidak pernah membentakku    
            “kau tidak mengerti na rim, kita sudah tidak bisa bersama lagi aku butuh seseorang yang bisa selalu bersamaku bukan seseorang yang hanya bisa memberikan cintanya dan hanya dapat membicarakan cinta itu sendiri.
     Wajahnya sangat sulit untuk aku tebak apa yang sebenarnya yang ini dia katakan.  “Jadi, apa yang harus aku lakukan?” tanyaku. “Kau tidak pernah mengatakanya kepadaku dan aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.
            “Dengar, Aku butuh seseorang bersamaku disini bersamaku, tidak hanya cintamu tapi segalanya, sedangkan kau sendiri tidak mau. Lalu setiap kali bertemu kau tidak pernah membicarakan tentang hubungan kita, kau lebih asyik bercerita tentang duniamu sendiri tanpa mempedulikan aku, itu sesuatu yang tidak bisa aku katakan kepadamu, seharusnya kau lebih memahami hal itu tanpa aku harus mengatakannya” katanya dengan lembut sambil menghapus air mataku. “Lalu tentang perselingkuhan ini aku minta maaf! aku berencana mengatakannya saat kita bertemu tapi sepertinya terjadi lebih cepat dari yang aku rencanakan, maafkan aku” sambungnya sedih.
            “Tidak usah menyesal, aku tahu kau selalu tulus mencintaiku walaupun sikapku menyebalkan, tapi yang aku pahami dari semua perkataanmu dari tadi adalah kau tidak pernah mencintaiku dengan seluruh hatimu kau menginginkan lebih, selalu dan itu membuatku sedih, semoga kau bahagia”. kataku pendek lalu berjalan keluar dari apartementnya.
            chamkkan kidariseyo apa maksudmu? morul geishimnikka” tanya Lee-sung binggung.
            “Singkatnya seperti ini, kau seseorang yang jika kau mencintai seseorang kau ingin memiliki segalanya dari cewek itu, termasuk tubuhnya. Singkatnya kau seorang yang menyukai berhubungan sex diluar hubungan nikah, maaf aku bukan tipe cewek seperti itu”.

***
     
      Aku menangis sekeras yang aku bisa saat sampai dibawah jembatan sungai Han dan disana sepi ketika malam. Itu adalah tempat favoriteku saat sedang sedih  karena suasana yang tenang membuat aku nyaman melakukan apa saja termasuk menangis sekerasnya.
            “Kenapa kau menangis? kau tidak terlihat cantik ketika kau menangis”.
            “Siapa sih yang sok tahu” pikirku.
            “Itu bukan urusan mu” kataku tidak memperdulikan asal suara itu.
 “Betul, kau tidak terlihat seperti orang yang aku kenal di café beberapa waktu yang lalu.” Balasnya.
     Café, Apa maksudnya? aku mengingat kembali cafe, jangan bilang jika cowok ini adalah Park Yoo-chun. aku mengangkat muka dengan malu-malu dan melihat seorang cowok sedang duduk disampingku dan tepat sekali itu Park Yoo-chun.
            Dia menatapku sambil tersenyum. “Apa yang kau lakukan disini sendirian? menangis lagi” tanyanya santai.
            Aku menghapus airmataku dan menjawabnya “Tidak ada, aku hanya sedang sedih jadi aku kemari” jawabku. Tidak mungkin aku katakan yang sebetulnya kalau aku kesini karena kecewa berat sama pacarku sebab dia lebih mementingkan sex daripada cinta.
            “Kau sendiri kenapa kesini?”
            “Sepertinya kita punya masalah yang sama! aku kemari untuk berpikir dan menenangkan diriku” jawabnya singkat.     
            “kayaknya kita punya satu kesamaan yang sama, walaupun aku tidak terlalu mengenalmu” kataku. Sambil mendorongnya dia tertawa mendengarnya. kami berbicara sampai larut malam, sampai lupa kalau sudah tengah malam.
            “Boleh aku antar pulang?” tawarnya sopan, “aku tidak mungkin membiarkan gadis sepertimu berjalan sendirian sampai kerumah, aku akan minta maaf ke orang tuamu karena membuatmu pulang larut malam” lanjutnya.
            aku tersenyum, “oke kau boleh mengantar aku pulang tapi orang tuaku lagi ke Daegu jadi kau tidak mungkin bertemu dengan mereka”.
            “Jadi kau tinggal sendiri dirumah?” tanyanya prihatin.
            “Iya” jawabku santai, ”tapi tidak apa-apa aku akan menginap distudio kakakku jadi kau bisa antar aku kesana saja”.
            Chamkkan kidariseyo” kataku. Ketika sudah sampai didepan studio. 
            Yoboseo Oppa, aku boleh menginap disitu?” tanyaku.
            “Iya, kau datang saja kebetulan kakak masih bekerja jadi kau bisa menemaniku” katanya setuju.
            “oke aku masuk sekarang, bye”.
            Thanks a lot” kataku kepada Yoochun,
            cheomaneyong, seharusnya aku yang berterima kasih karena bisa bercerita samamu. Sungguh, kau cewek yang asyik di ajak bercerita” kata Yoo-chun tulus. “Senang bisa bertemu denganmu” sambungnya.
            “Oppa juga hati-hati dijalan” kataku.
            “Na-rim boleh minta nomor hpmu?” tanyanya.   
            “Tentu saja” jawabku setelah memberikannya dia berpamitan kepadaku. Saat aku berjalan masuk hpku berbunyi aku dapat 1 sms tapi nomornya tidak aku kenal
            “aku senang berkenalan denganmu By Park Yoochun”. Aku senyum sendiri, membuat kakakku binggung dengan tingkahku lalu aku membalas.
            cheonmaneyo sweetdream Bye”.
     aku harus menceritakan kejadian ini kepada Yu-mi, kalo tidak bisa terjadi perang dunia ketiga versi kami berdua.
            “Oppa, ini aku buatkan kopi!” kataku sambil membawakan kopi.
            “bagaimana, kau sudah bicara sama dia?” Tanya Jae-min,
            “iya, aku ke apartementnya dan menanyakan alasan dia berselingkuh, disana juga ada Jung-eun” lanjutku santai,
            “lalu apa katanya?”
            “Katanya dia lebih menyukai cewek dewasa yang bisa dia ajak tidur bersama” Jawabku polos membuat Jae-min berhenti dari kegiatannya memandangiku dengan curiga. ”ya,,, wae? aku belum pernah tidur dengannya jadi tenang saja” Komplainku.
            “Syukurlah kalo begitu! ingat kau harus bisa jaga dirimu” nasehat Jae-min.
            “iya, aku tahu bagaimanapun aku tidak mungkin mengecewakan kalian semua” jawabku bangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar