Aku menatap keluar jendela Incheon masih
gelap. Aku menarik selimutku sampai ke bahu, kemarin umma dan appa pergi
ke Daegu untuk menjenguk Unnie Young-rim. Mereka baru akan kembali hari
selasa depan. Aku mulai merindukan kedua kakakku Unnie Young-rim dan Oppa
Jae-min. Kakak pertama ku Han Young-rim seorang pengacara muda yang sangat
cantik dan cerdas dia lebih tua 4 tahun dari ku dan lebih tua 3 tahun dari Oppa
Jae-min. mereka berdua adalah orang yang sangat hebat seperti yang aku bilang
Unnie selalu memiliki daya tarik tersendiri, dia mudah bergaul sama semua orang
memiliki bentuk tubuh seorang model dan senyuman manis yang melengkapkan
penampilannya yang luar biasa aku sangat mengaguminya, kami sering berbelanja
sama-sama waktu dia masih disini dia juga sering menasehati aku bagaimana
memilih pacar.
Waktu itu aku sedang belajar dikamarku ketika dia menerobos masuk dan mulai
menggangguku.
“Dongsaeng,
aku mau menasehatimu, kau harus mendengar dengan seksama, aku akan
memberitahukan kepadamu bagaimana mendapat pacar yang berkualitas” Ujarnya
dengan serius.
“Iya
,,,aku dengarkan tapi besok saja sekarang aku lagi sibuk” usirku.
“Tidak!
pokoknya kau harus mendengarkan” dia menarikku ke tempat tidur dan mulai
menasehati aku.
“Dengar!
kau harus punya banyak cowok, jangan hanya satu cowok karena kau tidak akan
tahu seperti apa sifat para cowok, kalau pacar kau cuma satu” katanya sambil
memainkan boneka beruangku.
“Memangnya
kenapa kalau cuma satu? itu juga bagus kan, semakin lama kita bersamanya, kita
akan tahu juga sifatnya kayak bagaimana. Nanti kalau tidak merasa cocok kita
putuskan saja lalu cari cowok lain lagi, lalu kita mempelajarinya lagi seperti
kita mempelajari buku baru dari awal lagi”.
“No...no...no!”
Young-rim mengacungkan jari telunjuknya seperti seorang guru, “Kalo begitu, kau
akan terbawa perasaan kepadanya dan sulit untuk lepas dan melupakannya. Tapi
kalo kau punya banyak cowok kau bisa cepat mengetahui sifat-sifat mereka satu
persatu tanpa harus memiliki perasaan yang kuat kepadanya dan kau bisa mempelajari
mereka satu persatu” katanya panjang lebar.
Kalo urusan itu, Unnie sangat berpengalaman dan jago dia bisa menarik
cowok yang dia taksir tanpa harus bersusah payah. inerbeautynya sangat besar
jadi sangat berpengaruh dia bisa mempunyai 3 pacar sekaligus pokoknya jika
dibandingkan 99,5% adalah dirinya yang tidak bisa aku ikuti dan aku hanya bisa
5%nya pokoknya sangat jauh berbeda. Begitu juga dengan Oppa Jae-min dia
mengatakan hal yang sama kepadaku dan itu juga tidak berhasil karena Oppa
Jae-min sendiri tidak kalah popularitasnya dengan unnie.
Oppa Jae-min memiliki muka yang tampan seperti artis bisa ngedance
ditambah lagi dia selalu mendapat peringkat pertama selama bersekolah di SMU
no.1 di Korea, yang mencetak bukan hanya murid yang jenius, tapi tampan dan
kaya raya dan itu menjadi record tersendiri untuknya. Para cewek rela mengantri
berjam-jam hanya untuk melihatnya masuk melewati pagar sekolah sambil meneriaki
namanya, Goo Jun-pyo sekolahnya.
Sedangkan untuk aku, itu juga sama tidak berhasil karena aku tidak punya
daya pikat, cantik, dan pandai bergaul dengan banyak orang seperti mereka
berdua.
Dan sekarang aku disini dikamarku masih merindukan mereka semua dan
membenarkan semua kata-kata Unnie dan Oppaku, lalu aku mempunyai ide menarik
dari pada aku harus berhadapan langsung dengan mereka lebih baik aku mengirim
mereka email saja, dan menceritakan semuanya kepada mereka berdua, lalu aku
menuju ke komputer dan meng e-mail kedua saudaraku itu.
From :narim_lvly
To : beautyrim
Date:kamis, 24 agustus, 05.45
Subject :TERBUKTI!!!
Hallo Unnie sibuk? aku kangen sama kau dan Oppa sudah lama tidak
mendengar suara kalian jadi rindu banget, Umma dan Appa kabarnya bagaimana, aku
tidak berani menelpon untuk memberitahukan ini jadi aku mengemail Unnie saja,
jangan marah,Unnie yang kau kata kan waktu itu benar sepertinya aku harus
memiliki banyak cowok, Lee sung berselingkuh dengan Oh Jung-eun teman
sekampusnya. Aku sangat menderita dan sedih aku harap Unnie bisa disini
menemaniku melewati semua ini.
Kabari aku balik aku menunggu
balasanmu .
Setelah mengirim pesan itu aku mengirim email lagi untuk Oppa Jae-min
From:Narim_lvly
To:Jaemin-cool
Date:kamis,24 agustus,05.50
Subject: I miss you oppa
Oppa aku kangen nich, kenapa jarang muncul dirumah memangnya Oppa sudah
tidak punya waktu lagi untuk aku, sebenarnya aku tidak berani mengatakannya
langsung ke Oppa jadi aku mengirim email saja, beberapa hari yang lalu aku
melihat lee-sung berkencan di Myeongdong, cewek yang itu adalah Oh Jung-eun
apakah Oppa kenal dengan nya? aku harap Oppa tidak marah dan tidak melakukan
tindakan apapun karena sampai sekarang aku belum berbicara dengan Lee-sung,
maaf membuat Oppa khawatir aku betul-betul sedih dan tidak tahu apa yang harus
aku lakukan lagi, datanglah kerumah untuk menghibur adik kecilmu ini aku sangat
kesepian, Appa dan Umma baru pulang selasa depan.
Aku juga sudah memberitahu Unnie
Young-rim
Aku harap kalian bisa membantuku, aku
tunggu jawaban kalian
I miss you Oppa.
bye.
***
Saat turun dari bus aku merasakan ada sesuatu yang aneh dengan
suasana dan atmosfir di sekolah tampak berbeda atau hanya perasaanku saja, aku
melewati halaman sekolah dan berjalan melewati koridor sekolah, aku merasa semua
siswi sedang memandangiku dan berbisik dibelakangku ketika aku lewat. Apakah
ada yang salah dengan penampilanku aku berpikir lagi, aha! aku mendapat
jawabannya ini pasti ada hubungannya dengan kejadian dicafe waktu itu
sepertinya kabar tersebar dengan cepat, tapi aku tidak perduli. Aku membuka
lokerku dan meletakan buku didalamnya lalu tiba-tiba Hwang-hee yang dari tadi
memperhatikanku berbicara.
“Han
Na-rim apa-apaan kemarin itu, mau sok manis didepan Park Yoo-chun sudahlah
mengaku saja kau naksir jugakan sama dia, pakai pelukan segala lagi, tidak usah
sok manis deh lebih baik kau urus saja pacarmu itu” lanjutnya sambil
memandangiku dengan muka yang dibuat judes. Tapi aku tidak menggubrisnya
membuat dia semakin panas . “ya, Na-rim” dia menarik lenganku dengan keras
sambil medorongku ke loker. “Kau mengerti apa yang baru aku bilang, awas sampai
kau dekat-dekat lagi dengan Park Yoo-chun kau akan tahu akibatnya”, teriaknya
kepadaku.
“kenapa
kalau aku mau dekat dengan nya? itu bukan urusanmu, kan, lagian kau tidak punya
hubungan dengannya,so jangan ikut campur urusan orang, urus saja urusanmu”jawabku
santai.
“Oh
begitu, bagaimana kalo aku memberitahukanmu sebuah rahasia kecil” tantang Hwang-hee
sambil tersenyum licik. “Bagaimana kalo aku bilang pacarmu itu selingkuh dengan
cewek lain, kemarin aku melihat dia keluar dari Lotte hotel bersama seorang
gadis yang lebih cantik darimu” cerita Hwang-hee, dia mengibaskan rambutku
kebelakang. Sebuah senyum kemenangan diwajahnya, karena aku tahu ketika itu juga
air mataku sudah mengalir dipipiku.
“Ya,
Hwang-hee apa yang kau perbuat?” aku mendengar suara Yumi meneriaki Hwang-hee.
“Anya,
aku hanya bercerita kalo pacarnya selingkuh” jawabnya santai.
“Senang
banget mengurusi urusan orang lain, lebih baik kau urus saja ayahmu yang
berselingkuh” cela Yumi merendahkannya.
“Noe”
wajah Hwang-hee terlihat marah untungnya bunyi bel yang berbunyi tepat pada
waktunya.
“Kau
tidak apa-apakan?”
“Ne,
gwaenchanha, apa yang harus aku lakukan? kau tahu kan aku sangat sayang
sama Lee-sung, bagaimana mungkin aku bisa memutuskannya?”.
“Aku
juga binggung Tapi kau harus tetap memutuskannya”. kata Yumi meyakinkanku. “Mau
gimana lagi itu sudah hukum alam, atau kau mau di dua kan olehnya”.
“Anio,,,chingu
ah! tapi aku tidak bisa melupakannya?hpnya mailbox terus”.
“kau
bertemu dia saja!”. Thank you sahabat terbaikku menyarankan aku masuk
kemulut singa, jelas bukan ide yang bagus.
***
Aku mengetok pintu apartement Lee-sung, Pintu terbuka lalu seorang cewek
berambut sebahu dengan hanya menggunakan kemeja kebesaran dan celana pendek
membuka pintu cewek itu adalah Oh Jung-eun. Dia terkejut melihat aku lalu
buru-buru dia menutup pintunya kembali tapi terlambat aku sudah mendorong pintu
dan menerobos masuk kedalam.
“Apa
yang kau lakukan disini?” tanyaku
“Itu
bukan urusanmu!” jawabnya.
“Lee-sung
oppa odiga?, Lee-sung” teriakku dengan nada marah.
“Siapa
yang datang honey” sebuah suara dari dapur. Sebelum Jung-eun menjawab
aku sudah sampai di dapur dan menemukan Lee-sung yang sedang asyik didepan
laptopnya.
“Wae
Oppa?kenapa aku yang harus terluka? kenapa kau tidak pernah mau mengatakannya
dari dulu kalau kau sudah tidak mencintaiku? kenapa juga kau harus mengakhiri
hubungan kita dengan cara seperti ini” teriakku histeris. Lee-sung yang
terkejut hanya bisa memandangi aku tanpa bisa berkata apapun, aku memukulnya
tapi dia hanya diam saja. “Katakan, kapan kau berselingkuh dengannya?” tunjukku
kepada Jung-eun. “kenapa tidak menjawab brengsek” aku menamparnya.
“Kau,
apa yang kau lakukan?kenapa menamparnya, dasar anak kecil” kata Jung-eun
yang dari tadi hanya memperhatikan.
Dia mengenggam tangan ku kuat membuat aku kesakitan.
“Lepaskan”
kataku mencoba melepaskan cengkramannya.
“Dengar
Na-rim! Lee-sung sudah tidak mencintai kau jadi, sebaiknya kau pergi dari
apartement ini sebelum aku berbuat kasar padamu” ancamnya.
“Na-rim
pulanglah!” kata Lee-sung pelan sambil melepaskan tangan Jung-eun dariku.
“Kau
belum menjawab semua pertanyaanku jadi aku tidak akan pulang” rengekku
kepadanya.
“Pulanglah
Han Na-rim” bentak Lee-sung. Aku terkejut dia tidak pernah seperti ini
sebelumnya, dia tidak pernah membentakku
“kau
tidak mengerti na rim, kita sudah tidak bisa bersama lagi aku butuh seseorang
yang bisa selalu bersamaku bukan seseorang yang hanya bisa memberikan cintanya
dan hanya dapat membicarakan cinta itu sendiri.
Wajahnya sangat sulit untuk aku tebak apa yang sebenarnya yang ini dia
katakan. “Jadi, apa yang harus aku lakukan?” tanyaku. “Kau tidak pernah
mengatakanya kepadaku dan aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan.
“Dengar,
Aku butuh seseorang bersamaku disini bersamaku, tidak hanya cintamu tapi
segalanya, sedangkan kau sendiri tidak mau. Lalu setiap kali bertemu kau tidak
pernah membicarakan tentang hubungan kita, kau lebih asyik bercerita tentang
duniamu sendiri tanpa mempedulikan aku, itu sesuatu yang tidak bisa aku katakan
kepadamu, seharusnya kau lebih memahami hal itu tanpa aku harus mengatakannya”
katanya dengan lembut sambil menghapus air mataku. “Lalu tentang perselingkuhan
ini aku minta maaf! aku berencana mengatakannya saat kita bertemu tapi
sepertinya terjadi lebih cepat dari yang aku rencanakan, maafkan aku”
sambungnya sedih.
“Tidak
usah menyesal, aku tahu kau selalu tulus mencintaiku walaupun sikapku
menyebalkan, tapi yang aku pahami dari semua perkataanmu dari tadi adalah kau
tidak pernah mencintaiku dengan seluruh hatimu kau menginginkan lebih, selalu dan
itu membuatku sedih, semoga kau bahagia”. kataku pendek lalu berjalan keluar
dari apartementnya.
“chamkkan
kidariseyo apa maksudmu? morul geishimnikka” tanya Lee-sung
binggung.
“Singkatnya
seperti ini, kau seseorang yang jika kau mencintai seseorang kau ingin memiliki
segalanya dari cewek itu, termasuk tubuhnya. Singkatnya kau seorang yang
menyukai berhubungan sex diluar hubungan nikah, maaf aku bukan tipe cewek
seperti itu”.
***
Aku menangis sekeras yang aku bisa saat sampai dibawah jembatan sungai Han
dan disana sepi ketika malam. Itu adalah tempat favoriteku saat sedang
sedih karena suasana yang tenang membuat aku nyaman melakukan apa saja
termasuk menangis sekerasnya.
“Kenapa
kau menangis? kau tidak terlihat cantik ketika kau menangis”.
“Siapa
sih yang sok tahu” pikirku.
“Itu
bukan urusan mu” kataku tidak memperdulikan asal suara itu.
“Betul, kau tidak terlihat seperti orang yang
aku kenal di café beberapa waktu yang lalu.” Balasnya.
Café, Apa maksudnya? aku mengingat kembali cafe, jangan bilang jika
cowok ini adalah Park Yoo-chun. aku mengangkat muka dengan malu-malu dan
melihat seorang cowok sedang duduk disampingku dan tepat sekali itu Park
Yoo-chun.
Dia
menatapku sambil tersenyum. “Apa yang kau lakukan disini sendirian? menangis
lagi” tanyanya santai.
Aku
menghapus airmataku dan menjawabnya “Tidak ada, aku hanya sedang sedih jadi aku
kemari” jawabku. Tidak mungkin aku katakan yang sebetulnya kalau aku kesini
karena kecewa berat sama pacarku sebab dia lebih mementingkan sex daripada
cinta.
“Kau
sendiri kenapa kesini?”
“Sepertinya
kita punya masalah yang sama! aku kemari untuk berpikir dan menenangkan diriku”
jawabnya singkat.
“kayaknya
kita punya satu kesamaan yang sama, walaupun aku tidak terlalu mengenalmu”
kataku. Sambil mendorongnya dia tertawa mendengarnya. kami berbicara sampai
larut malam, sampai lupa kalau sudah tengah malam.
“Boleh
aku antar pulang?” tawarnya sopan, “aku tidak mungkin membiarkan gadis
sepertimu berjalan sendirian sampai kerumah, aku akan minta maaf ke orang tuamu
karena membuatmu pulang larut malam” lanjutnya.
aku
tersenyum, “oke kau boleh mengantar aku pulang tapi orang tuaku lagi ke Daegu
jadi kau tidak mungkin bertemu dengan mereka”.
“Jadi
kau tinggal sendiri dirumah?” tanyanya prihatin.
“Iya”
jawabku santai, ”tapi tidak apa-apa aku akan menginap distudio kakakku jadi kau
bisa antar aku kesana saja”.
“Chamkkan
kidariseyo” kataku. Ketika sudah sampai didepan studio.
“Yoboseo
Oppa, aku boleh menginap disitu?” tanyaku.
“Iya,
kau datang saja kebetulan kakak masih bekerja jadi kau bisa menemaniku” katanya
setuju.
“oke
aku masuk sekarang, bye”.
“Thanks
a lot” kataku kepada Yoochun,
“cheomaneyong,
seharusnya aku yang berterima kasih karena bisa bercerita samamu. Sungguh, kau
cewek yang asyik di ajak bercerita” kata Yoo-chun tulus. “Senang bisa bertemu
denganmu” sambungnya.
“Oppa
juga hati-hati dijalan” kataku.
“Na-rim
boleh minta nomor hpmu?” tanyanya.
“Tentu
saja” jawabku setelah memberikannya dia berpamitan kepadaku. Saat aku berjalan
masuk hpku berbunyi aku dapat 1 sms tapi nomornya tidak aku kenal
“aku
senang berkenalan denganmu By Park Yoochun”. Aku senyum sendiri, membuat
kakakku binggung dengan tingkahku lalu aku membalas.
“cheonmaneyo
sweetdream Bye”.
aku harus menceritakan kejadian ini kepada Yu-mi, kalo tidak bisa
terjadi perang dunia ketiga versi kami berdua.
“Oppa,
ini aku buatkan kopi!” kataku sambil membawakan kopi.
“bagaimana,
kau sudah bicara sama dia?” Tanya Jae-min,
“iya,
aku ke apartementnya dan menanyakan alasan dia berselingkuh, disana juga ada
Jung-eun” lanjutku santai,
“lalu
apa katanya?”
“Katanya
dia lebih menyukai cewek dewasa yang bisa dia ajak tidur bersama” Jawabku polos
membuat Jae-min berhenti dari kegiatannya memandangiku dengan curiga. ”ya,,,
wae? aku belum pernah tidur dengannya jadi tenang saja” Komplainku.
“Syukurlah
kalo begitu! ingat kau harus bisa jaga dirimu” nasehat Jae-min.
“iya,
aku tahu bagaimanapun aku tidak mungkin mengecewakan kalian semua” jawabku
bangga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar